Nusa & Rara : Animasi yang dituduh Radikal
Melihat perkembangan jagat maya tentunya beragam sekali topik yang hangat, salah satunya adalah Nusa & Rara serial kartun islami yang dituduh oleh salah seorang Influencer adalah antek-antek dari kaum yang dianggap radikal. Lantas bagaimana bisa tuduhan itu tercipta? Sang influencer tersebut menganggap pakaian dari serial animasi tersebut tidak mencerminkan budaya bangsa Indonesia karena menggunakan gamis. Sebagai seorang pecinta animasi, kepala saya penuh dengan pikiran tentunya. Mengapa hanya pakaian yang dijadikan dasar me ‘labeli’ Nusa & Rara radikal? Sungguh tidak masuk akal.
Jika menilik
serial tersebut tentunya banyak sekali nilai – nilai dan pesan moral yang ada
didalamnya. Bahkan, sebagai seorang non-muslim saya bangga karena serial
animasi Nusa & Rara mengajarkan kebaikan dengan cara yang menyenangkan.
Adik – adik kita dengan mudah dapat meneladani serta mencontoh perilaku Nusa
yang terdapat diserial tersebut.
Jika ditelisik
lebih lanjut, sang influencer tersebut juga mencatut nama seorang ustadz, yakni
Felix Siaw yang dituduh berada dibelakang Nusa & Rara yang memakai pakaian
tersebut. Menurut saya pribadi sungguh tidak masuk akal juga. Seperti yang kita
ketahui bersama Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan dan
dinyatakan terlarang oleh Pemerintah karena menyebarkan ideologi Khilafah.
Felix Siaw adalah salah seorang anggotanya. Lantas, apa kaitannya dengan Nusa
& Rara? Saya menjadi bingung, sebab serial tersebut sama sekali tidak ada
menyebarkan ajaran – ajaran khilafah bahkan justru menuntun adik – adik kita
untuk berperilaku baik dan sesuai tuntunan agama islam. Andaikan juga bahwa
Felix Siaw ada dibelakang Nusa & Rara, apakah sebagai seorang manusia Felix
Siaw tidak boleh berkarya dan berkontribusi membentuk ahklah adik – adik kita?
Seharusnya, sebagai seorang influencer yang memiliki pengaruh, sebarkanlah hal yang baik, jangan saling tuduh – menuduh. Tak sepakat boleh, tapi jangan jadikan karya anak bangsa yang banyak memberi teladan baik justru rusak hanya karena pemahaman sepihak. Alangkah lebih baik jika Sang influencer tersebut juga membuat serial animasi serupa yang menurutnya lebih mencerminkan budaya kita. Toh pada ahkirnya, tontonan yang baik akan dicintai adik – adik kita. Salam hangat!

Komentar
Posting Komentar