Ahkir Bulan, Hujan Diskon!
Berlangsungnya
PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Jilid-2 membuat rangkaian
kegiatan semakin dibatasi dan dipersempit. 1 tahun sudah masyarakat berusaha
mengubah pola perilaku serta gaya hidup. Terimakasih patut kita ucapkan
terhadap kemajuan teknologi saat ini. Ketika semua kegiatan masyarakat di stop,
semua dapat tetap berjalan secara daring. Mulai dari kegiatan pembelajaran, meeting,
hinnga layanan pesan antar makanan dan kegiatan belanja, semua dapat
dilangsungkan hanya melalui genggaman kita.
Salah satu
sektor yang terpukul saat pandemi ini adalah bisnis ritel. Banyak sekali mal
dan gerai peritel besar ‘diharuskan’ menutup kegiatan usahanya. Tak sedikit
pula yang melakukan pemutusan hubungan kerja karena beban operasional yang
semakin membengkak tatkala pengunjungnya hampir pasti tidak ada. Hadirnya teknologi
membuat perilaku belanja masyarakat perlahan bergeser. Perlahan tapi pasti,
masyarakat mulai memasuki era kenormalan baru, dimana belanja tak harus datang
ke gerai atau mal, melainkan melalui ponsel. Segala macam barang apapun hampir
pasti ada.
“Adanya pandemi justru mengakselerasi industri
e-commerce di Indonesia, hingga diprediksi bertumbuh sebesar 91%—jauh melampaui
proyeksi sebelumnya yang hanya sebesar 54%. Hal ini bisa terjadi karena
infrastruktur ekonomi digital Indonesia telah siap untuk melaju ke tahap
berikutnya, terutama dengan tingginya penetrasi smartphone dan penggunaan internet di masyarakat”, ungkap
Brian Marshal, CEO dan Founder SIRCLO. “Kami percaya, industri e-commerce akan
terus mengalami peningkatan pesat dan menjadi penggerak utama ekonomi digital
Indonesia,” tambahnya.
Dampak Pandemi COVID-19 dan
Pertumbuhan Tren Social Commerce
Berdasarkan laporan SIRCLO,
berikut ini merupakan beberapa dampak pandemi COVID-19 terhadap perilaku
konsumen dan perkembangan e-commerce tanah air:
· - Akselerasi jumlah konsumen baru. Diperkirakan
bahwa terdapat 12 juta pengguna e-commerce baru sejak pandemi berlangsung,
dimana 40% diantaranya mengatakan akan terus mengandalkan e-commerce bahkan
setelah pandemi berakhir. Dalam kondisi normal, akselerasi kenaikan jumlah
pengguna ini bisa tercapai dalam kurun waktu 1,5-2 tahun.
· - Pergeseran preferensi metode pembayaran. Menurut
survey SIRCLO, preferensi penggunaan dompet digital untuk pembayaran transaksi
e-commerce selama pandemi meningkat sebesar 11%, sementara metode kartu kredit
dan transfer bank turun masing-masing 10% dan 2%. Tidak hanya dalam transaksi
e-commerce, Bank Indonesia mencatat bahwa jumlah transaksi uang digital 16,7%
lebih tinggi pada April 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Transaksi
menggunakan kartu debit/kredit justru menurun drastis sebesar 37%.
· - Pertumbuhan tren social commerce. Menurut
laporan dari SIRCLO, tren social commerce akan terus bertumbuh dan
menyumbang 40% dari total transaksi e-commerce pada tahun 2022. Pasalnya, 94%
responden menyatakan bahwa transaksi berbasis percakapan, misalnya di Whatsapp,
Facebook, ataupun Instagram, sangat mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
Konsumen Indonesia lebih tertarik membeli produk jika penjual memberikan
respons cepat pada pesan/pertanyaan mereka.
Tren Belanja Ahkir Bulan
Sudah menjadi rahasia umum
apabila menjelang ahkir bulan e-commerce memberikan diskon besar – besaran. Bak
gayung bersambut, masyarakat pun sepertinya sudah bersiap untuk membeli
kebutuhan mereka. Lantas, promo apa saja yang bisa kita nikmati sebagai
konsumen di ahkir bulan ini?
1. 1. Tokopedia
Sudah tak asing lagi bagi
kita Tokopedia WIB (Waktu Indonesia Belanja) yang setiap ahkir bulan terdengar
di iklan televisi maupun konsernya. Tiap tanggal 25 hingga ahkir bulannya,
konsumen dapat menikmati berbagai diskon pada waktu – waktu tertentu (08.00,
10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00, 20.00, dan 22.00) Khusus pada tanggal 25
setiap bulannya, Tokopedia akan menggelar konser disalah satu stasiun televisi
swasta. Konsumen setia Tokopedia agaknya wajib menyaksikan karena ada banyak
promo menarik disetiap segmennya. Selain itu, buat pecinta K-Pop agaknya memang
menjadikan konser Tokopedia ini menjadi acara wajib karena Tokopedia dengan brand
ambassadornya yakni BTS dan Blackpink siap menemani kalian belanja!
2. 2. Shopee
Shopee sepertinya berusaha untuk membuat konsentrasi konsumen terbelah. Dengan menyiapkan sebuah program baru, yakni SMS (Shopee Mantul Sale). Dalam promo ini berbagai barang ditawarkan mulai Rp. 99 serta banyak sekali diskon, cashback, dan gratis ongkir. Tak cuma itu saja, Shopee LIVE juga seringkali mengadakan giveaway yang memberikan begitu banyak hadiah. Jadi, pasti tambah bingung kan pilih yang mana?
3. 3. Bukalapak
Bukalapak sepertinya mulai
dilupakan konsumen ditengah hingar bingar artis korea serta besarnya nama e-commerce
dibaliknya. Namun, sebagai konsumen cuan adalah nomor satu. Bukalapak
memberikan banyak sekali gratis ongkir dan beragam program unik, misalnya Serbu
Seru. Kalian dapat memenangkan barang pilihan mulai dari Rp. 1 dengan undian
tentunya. Konsumen hanya perlu membeli tiket undian tersebut, dana yang sudah
disetorkan ke Bukalapak akan dikembalikan 100% ketika pembayaran sudah
berhasil. Jadi, coba uji keberuntungan anda disini!
Terlepas dari begitu banyaknya promo
dan diskon besar – besaran yang diberikan oleh platform tersebut, sebagai konsumen
agaknya harus mengenali kebutuhan & keinginannya. Jangan sampai karena
tergiur diskon, ahkirnya kalap belanja dan pada ahkirnya membeli barang –
barang yang useless karena hanya menuruti keinginan semata.




Komentar
Posting Komentar